Update pasangan suami istri ( pasutri ) di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara tewas tersengat listrik, polisi temukan daging dan rambut terbakar di gulungan kawat.
Tim Polsek Sebatik Timur menemukan bekas daging dan rambut terbakar pada gulungan kawat di lokasi kejadian tewasnya pasutri, Aristan (39) dan Satriani (33) akibat tersengat listrik, Kamis (13/06/2024).
Diberitakan sebelumnya, pasutri yang beralamat rumah di Jalan Sultan Hasanuddin, RT 01, Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, Nunukan tewas akibat tersengat listrik, kemarin siang.
Menurut Kapolsek Sebatik Timur, Iptu Wisnu Bramantio, saat melakukan olah TKP, anggota menemukan untaian kawat sepanjang 4 meter lebih.
Bahkan kata Wisnu, pada gulungan kawat tersebut terdapat bekas daging dan rambut terbakar yang diduga milik pasutri tersebut.
“Saat personel kami ke TKP, dua korban yang merupakan pasutri itu sudah berada di Puskesmas Sei Nyamuk. Dari keterangan para saksi hasil olah TKP dan keterangan awal dokter tidak ada perbuatan tindak pidana.Pasutri itu meninggal akibat sengatan listrik,” kata Wisnu Bramantio kepada TribunKaltara.com, Jumat (14/06/2024), pagi.
Wisnu menjelaskan bahwa meninggalnya pasutri di Sebatik Utara akibat tersengat listrik pertama kali diketahui oleh keponakan dan anak korban yang masih berusia SD.
Saat melihat paman dan tantenya tergeletak, keponakan korban langsung memanggil keluarga lainnya.
Pasutri tersebut akhirnya dibawa ke Puskesmas Sei Nyamuk.
“Korban Aristan (suami) saat masuk UGD sudah tidak sadarkan diri begitu juga dengan istrinya Satriani.
Suaminya alami luka bakar di tangan kiri dan kaki kiri. Sementara Satriani, luka bakar di leher, di telapak tangan kanan, dan di kaki kiri,” ucap Wisnu.
Sementara itu, keterangan saksi dari PLN setempat yang didapatkan oleh Polisi bahwa dinding rumah korban yang berbahan seng terdapat tegangan listrik.
Saat dilakukan pengecekan terdapat kabel yang terkupas di sela-sela seng rumah dan kanopi (terpal).”Penyebab terkelupasnya kabel tersebut akibat pemasangan kanopi yang terkena kabel.Kabel dipaksakan berada di sela-sela kanopi dan seng rumah,” ujarnya.
