TRIBRATANews, Bulungan – Dalam pengabdiannya yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum tetapi juga pada pelayanan masyarakat, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan program pembinaan rohani dan mental yang intensif bagi anggotanya. Tujuannya, untuk memupuk karakter polisi yang lebih humanis, peka, dan dapat berempati dengan kebutuhan masyarakat. Kamis (26/09/2024).

Kegiatan Binrohtal ini rutin dilaksanakan setiap hari kamis setelah pelaksanaan apel pagi di Mapolda Kaltara. Bagi yang beragama Muslim melaksanakan binrohtal di Masjid Nur Aryyaguna dan untuk yang beragama Kristen di gereja Oikumene Hosana.

Melalui serangkaian kegiatan pelatihan dan workshop, seperti “Strategi Pembinaan Mental Polisi” dan “Workshop Pembinaan Internal Kepolisian” yang telah dirancang secara metodis, diharapkan terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia di jajaran Polri. Kegiatan ini tak hanya berfokus pada pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga pada pelaksanaan pembinaan etika dan integrasi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah kerja polisi.

Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol. Budi Rachmat, S.I.K., M.Si menjelaskan, “Pembinaan Rohani dan Mental Polda Kaltara dirancang untuk mengasah dan menumbuhkan empati anggota Polri, sehingga mereka tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang berjiwa melayani dan mudah mendekati.”

Sejauh ini, evaluasi atas program yang telah dijalankan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aspek sikap dan kualitas interaksi anggota Polri dengan masyarakat. Wujud konkret dari proses pembinaan ini terlihat ketika anggota Polri terjun langsung ke masyarakat, tidak hanya dalam situasi konflik atau penegakan hukum tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Penekanan pada pembentukan sikap positif ini merupakan salah satu strategi yang diharapkan akan membawa Polda Kaltara menuju pencapaian kepolisian modern yang humanis.
Melalui upaya-upaya ini, Polda Kaltara berharap dapat membangun kepercayaan yang lebih kuat antara polisi dan masyarakat. Ini adalah langkah maju dalam mereformasi citra Polri agar lebih dekat di hati rakyat, dengan menunjukkan bahwa polisi adalah sahabat dan pelindung yang dapat diandalkan.
