Kepolisian Daerah (Polda) Kalimatan Utara (Kaltara) komitmen dalam berupaya memberantas pasar narkoba di Kelurahan Selumit Pantai. Upaya tersebut dilakukan dengan menyelamatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya anak-anak yang tumbuh di wilayah Texas tersebut.
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto mengungkapkan, di awal kepemimpinannya ia banyak menerima informasi bahwa Kelurahan Selumit Pantai adalah wilayah dengan peredaran sabu yang sulit untuk ditertibkan. Setelah melakukan analisa dan diskusi panjang, solusi yang tepat menurutnya yakni upaya pembenahan, salah satunya merangkul generasi penerus bangsa.
“Kalau kita rangkul bapak-bapaknya atau sepuh disitu mungkin agak sulit. Kita coba melalui anak-anak. Anak-anak ini adalah bonus demografi kita yang harus kita jaga, jangan sampai bonus demografi yang seharusnya mendukung pembangunan Indonesia malah belum siap,” beber Kapolda, Ahad (9/2/2025).
Kapolda juga telah menginstruksikan kepada Polres Tarakan untuk membangun karakter anak di Kelurahan Selumit Pantai. Hal itu juga tengah berjalan, salah satunya Kapolda Kaltara menginisiasi kegiatan family gathering bersama anak-anak Selumit Pantai.
Menurutnya, anak-anak di wilayah tersebut cenderung dihadapkan dengan situasi yang tidak tertib, kumuh bahkan kekerasan. Parahnya, terdapat beberapa anak yang putus sekolah akibat kekurangan biaya lantaran orang tuanya sedang menjalani masa tahanan.
“Dunia anak seharusnya bergembira, bersuka ria, interaksi satu sama lain. Mereka mendapatkan itu, kita kenalkan dengan mereka naik kapal patroli, lalu naik kendaraan Brimob. Supaya mereka juga familiar dengan kepolisian,” jelasnya.
Begitu juga dengan lapisan masyarakat lain seperti ibu-ibu rumah tangga yang turut diberikan pembekalan untuk mengembangkan potensi dirinya. Seperti pembekalan UMKM yang kini mulai berjalan di Kelurahan Selumit Pantai. Hal itu dilakukan semata-mata untuk menghilangkan ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap bandar narkoba.
“Ada kios-kios yang dijadikan tempat untuk transaksi (narkoba) kita coba rubah, melalui UMKM ini. Diharapkan mungkin ke depan bisa jadi wisata belanja di sana atas hasil kerajinan dari UMKM di sana,” pungkasnya.
